← Kembali ke Blog

Havedev

Ongkir Marketplace Bukan Biaya Kecil: Kenapa Seller Butuh Kanal Langsung

Tim bisnis kecil menyiapkan paket pesanan di meja kerja dengan kardus dan laptop, menggambarkan risiko biaya logistik marketplace bagi seller.

Kalau ongkir bisa dipindahkan ke seller, masalahnya bukan hanya soal biaya tambahan. Masalah yang lebih besar adalah siapa yang memegang aturan main.

Itu sebabnya keluhan seller soal ongkir baru di marketplace tidak boleh dibaca sebagai drama sesaat. Pada akhir April 2026, detikFinance melaporkan bahwa aturan toko online bakal direvisi dan biaya admin antar platform ikut dibahas. Lalu pada awal Mei 2026, seller kembali mengeluhkan ongkir baru di marketplace, sementara Kemendag meminta platform e-commerce tidak merugikan pelaku usaha. Pada 11 Mei 2026, Mendag Budi Santoso juga menyebut pembahasan biaya logistik masih berjalan dalam konteks revisi Permendag 31/2023. Artinya, struktur biaya di ekosistem marketplace masih bergerak.

Buat seller, perubahan seperti ini langsung memukul margin. Kalau margin awalnya tipis, perubahan satu komponen biaya saja bisa mengubah order yang tadinya untung menjadi nyaris impas. Dan kalau bisnis Anda terlalu bergantung pada satu marketplace, Anda bukan hanya bergantung pada trafik platform. Anda juga bergantung pada kebijakan biaya, promosi, visibilitas, dan aturan distribusi yang tidak Anda kontrol penuh.

Itulah kenapa diskusi tentang ongkir marketplace seharusnya tidak berhenti di “siapa yang bayar”. Pertanyaan yang lebih penting adalah:

  • Seberapa besar margin Anda setelah semua biaya platform dihitung?
  • SKU mana yang masih sehat jika ongkir atau admin fee berubah?
  • Berapa persen omzet Anda datang dari satu marketplace saja?
  • Apakah Anda punya kanal langsung untuk repeat order?
  • Apakah data pelanggan Anda benar-benar bisa dipakai lagi dengan consent, atau hanya lewat akun platform?

Kalau jawaban pertanyaan-pertanyaan itu belum rapi, bisnis Anda sedang menanggung risiko yang lebih besar dari sekadar biaya logistik. Anda sedang menempatkan penjualan, data pelanggan, dan arus kas di tempat yang sama-sama dikendalikan pihak lain.

Karena itu, marketplace sebaiknya diperlakukan sebagai kanal akuisisi, bukan satu-satunya rumah bisnis. Marketplace bisa tetap penting untuk discovery, promosi, dan volume. Tapi kanal langsung tetap perlu disiapkan untuk tiga hal yang tidak boleh putus: margin, kontrol data, dan repeat purchase.

Kanal langsung itu tidak harus rumit. Yang biasanya paling berguna justru alur yang sederhana dan bisa dijalankan konsisten:

  • katalog produk yang jelas,
  • jalur checkout atau order yang mudah,
  • follow-up via WhatsApp atau email yang tidak tergantung algoritma marketplace,
  • pencatatan pelanggan yang rapi,
  • dan alur after-sales yang tidak hilang kalau kebijakan platform berubah.

Di sisi kebijakan, pemerintah juga sudah memberi sinyal bahwa ekosistem PMSE sedang dirapikan agar lebih transparan dan adil. Baseline regulasinya ada di Permendag 31/2023, sementara detail revisinya masih dibahas. Itu berarti seller yang rapi secara operasional akan lebih siap menghadapi perubahan, sementara seller yang terlalu pasif akan lebih mudah terdorong keluar dari margin sehatnya.

Masalahnya bukan apakah marketplace harus ditinggalkan. Masalahnya adalah apakah bisnis Anda punya cadangan yang cukup saat biaya berubah. Kalau sebuah platform bisa mengubah ongkir, mengubah biaya layanan, atau mengubah cara produk Anda tampil, maka bisnis Anda juga harus punya cara sendiri untuk tetap menjual tanpa panik.

Jadi, sebelum menambah diskon atau promosi, cek dulu apakah model penjualan Anda masih tahan terhadap perubahan biaya. Kalau satu perubahan kecil bisa menggerus keuntungan, artinya yang perlu diperbaiki bukan hanya harga jual, tetapi struktur kanal penjualan.

Kalau Anda ingin menilai mana produk yang layak dipindah ke kanal langsung lebih dulu, mulai dari audit kecil: hitung margin setelah fee, petakan repeat-order, lalu lihat berapa banyak penjualan yang masih aman jika marketplace mengubah aturan lagi.

Dapatkan Audit Teknis Gratis

Lanjut Baca